Pertemuan II – SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CYCLE

SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC)

1. BIAYA PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE COST)

  • Terkadang mendominasi biaya sistem secara keseluruhan.
  • Biaya terbesar untuk perangkat lunak terletak pada proses perawatan(maintenance) dibanding biaya pembuatannya(develop).
  • Biaya pengadaan perangkat lunak yang dipasang pada PC sering lebih besar dibandingkan dengan harga perangkat kerasnya kecuali di negara-negara yang tidak menghargai HAKI.
  • Biaya perangkat lunak secara kasar sebesar 60% dari biaya untuk pembangunan dan 40% untuk pengujian.
  • Secara umum besarnya biaya bervariasi tergantung pada tipe sistem yang dibangun dan kebutuhan sistem seperti kinerja dan kehandalan sistem.
  • Biaya distribusi tergantung pada model pembangunan yang digunakan.

2. Ciri-ciri kualitas menurut lembaga penjamin mutu PL (ISO, ANSI, IEEE, dll) :

  • Correctness (kebenaran)
  • Reliability (tahan uji)
  • User Friendliness
  • Maintenatibility (mudah dirawat)
  • Portability (mudah didistribusikan)

3. UKURAN JAMINAN KUALITAS 

  • Ukuran membangun (constructive measures)
  • Ukuran analitik (analytical measures)
  • Ukuran Organisasi (Organization Measures)

4. KRISIS PERANGKAT LUNAK
      Masalah yang muncul:

  • Estimasi jadwal dan biaya yang sering kali tidak tepat.
  • Produktivitas orang-orang yang tidak dapat mengimbangi permintaan software.
  • Kualitas software yang kurang baik.

     Kurangnya pengetahuan tentang:

  • Bagaimana mengembangkan software.
  • Bagaimana memelihara software yang ada, yang berkembang dalam jumlah besar.
  • Bagaimana mengimbangi permintaan software yang makin besar.

5. KODE ETIK PROFESI

  • Konfidensialitas (menghormati klien).
  • Tidak boleh menerima pekerjaan di luar.
  • Kompetensinya.
  • Hak kekayaan intelektual (HaKI).
  • Penyalahgunaan komputer, hack, crack.

6. KODE ETIK INTERNASIONAL

  • Digagas oleh masyarakat profesional di Amerika (1999) yang tergabung dalam ACM/IEEE.
  • Makna yang terkandung:
    – Prinsip-prinsip kesepakatan yang dihubungkan dengan tingkah laku dan keputusan yang dibuat oleh para ahli profesional.
    – Masyarakat profesional : praktisi, pengajar, manajer, supervisor, pengambil kebijakan.

7. CASE (Computer Aided Software Engineering)

  • Suatu peralatan baik HW maupun SW komputer yang digunakan untuk menyediakan pendukung otomatis dalam aktivitas pembangunan PL.
  • Tujuan : meningkatkan produktivitas dalam proses pembangunan PL secara signifikan.

8. CASE TOOLS
  Dikelompokkan dalam 2 kategori :

  1. Upper-CASE
    Mendukung aktivitas proses pembangunan tahap awal (tahapan alisis kebutuhan dan desain).
  2. Lower-CASE
    Mendukung aktivitas pembangunan ditahap akhir programming, debuging, dan testing)

9. Penggunaan CASE tools

  • Graphical Editors
  • Data Dictionaries
  • GUI Builders
  • Debugger
  • Automated Translators
  • Compilator Integrated
  • Instalator Kit

10. Proses Generik

  • Spesifikasi
    Apa yang harus dilakukan oleh perangkat lunak dan batasan/kendala pengembangannya.
  • Pengembangan
    Proses memproduksi sistem perangkat lunak.
  • Validasi
    Pengujian perangkat lunak terhadap keinginan pengguna.
  • Evolusi
    Perubahan perangkat lunak berdasarkan perubahan keinginan.

11. MODEL PROSES RPL

  • Model Waterfall
  • Model Prototyping
  • Model Evolutionary
  • Model Spiral
  • Reuse Based Development

 

Advertisements

One thought on “Pertemuan II – SOFTWARE DEVELOPMENT LIFE CYCLE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s